Rizal Ramli mendapat jawaban soal Hutang Indonesia

0
40

Untuk pertama kalinya,Rizal Ramli (RR) mendapat jawaban soal Hutang Indonesia yang di bahas oleh Rizal Ramli (RR).

Sebagaimana Rizal Ramli (RR) Hutang Indonesia sudah memasuki lampu kuning kepada semua lembaga pemeringkatan (Moodys, Fitch, S&P, JCRA dan Rating & Investment) menyimpulkan bahwa Indonesia adalah investment grade.

Setidaknya jika menggunakan standart antar negara-negara di Dunia, dan Indonesia juga memiliki rasio hutang terhadap PDB dan defisit APBN dengan relatif kecil dan hati-hati. Meskipun menolak menggunakan indikator yang menggunakan dan membandingkan antar negara.

Kenapa harus alergi dan memprotes jika Indonesia di katakan dalam situasi yang baik oleh lembaga-lembaga Internasional. Itu seperti pepatah mengatakan “Melempar batu sembunyi tangan”.

Dan Indonesia dibangun bersama oleh pihak proklamator kita dengan penuh percaya diri dan dengan titipan supaya kita menjadi sekelompok rakyat Indonesia. dan kami sebagai generasi penerus negara memiliki semangat proklamator. Dengan semangat menjaga ketertiban dunia serta perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Setidaknya pemerintah hanya melakukan penurunan defisit APBN dan primary balance. Dari tahun 2012, pemerintahan Indonesia mengalami defisit keseimbangan primer. Berikut ulasan daftar 5 tahun terakhir:

Tahun/Primary Balance

2013   Rp -98,6 T

2014   Rp -93,3 T

2015   Rp -142,5 T

2016   Rp -125,6 T

2017   Rp -121,5 T

Selanjutnya mengenai Debt to Service Ratio (DSR), Merupakan rasio pembayaran pokok dan bunga hutang luar negeri kepada penerima hasil ekspor di suatu negara. Berikut ulasan daftar 5 tahun terakhir:

Tahun/Debt Service Ratio

2013   19%

2014   23,9%

2015   25,3%

2016   32,5%

2017   34,2%

Peningkatan DSR bukan sebab dari biaya bunga yang tinggi, karena cicilan pokok hutang sudah jatuh tempo sedikit lebih besar pada tahun 2018. Permerintah Indonesia berupaya untuk menurunkan beban bunga yang di tanggung dengan mengembangkan instrumen hutang jangka waktu yang pendek di dalam negeri, Dan untuk mengurangi resiko meningkatnya suku bunga global karena normalisasi kepada The Fed.

Langkah tersebut dilakukan sangat hati-hati untuk menjaga nilai rata-rata yang sudah jatuh tempo agar tidak mengalami penurunan secara drastis. Maka dari itu rating keuangan di negara kita setidaknya mendapatkan predikat investment grade.

Berikut ulasan mengenai Tax Ratio, Dan datanya:

tahun/Tax Rasio

2013   11,3%

2014   10,9%

2015   10,7%

2016   10,4%

2017   10%

Dan Kementrian Keuangan ikut serta kontribusi dalam menjaga APBN dan Keuangan Negara dengan hati-hati dan bertanggung jawab.

Hal tersebut adalah cermin dari fondasi kelola yang baik dari nilai-nilai Kementerian Keuangan: Profesional, Bersosialisasi, Berintegrasi dan Sinergi dalam memberikan pelayanan dan tetap berupaya mencapai kesempurnaan. Kami sangan bangga dan konsisten dengan nilai-nilai tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here