3 Tempat dengan Ciri Khas Paling Unik di Dunia

0
39

Di setiap kota dan berbagai negara tentunya punya ciri khas tersendiri.

Beraneka ragam ciri khasnya, mulai dari landmark atau cagar kota, penduduk, gaya hidup, tempat wisata dan lain-lain.

Dari yang unik hingga mengagumkan, semua ciri khas pasti menjadi kebanggaan bagi semua penduduk masing-masing.

Berikut, 3 Tempat dengan ciri khas paling unik di dunia.

1. Miyake Jima in Jepang

Miyake Jima merupakan pulau yang terbentuk dari bekuan material sebuah gunung berapi.

Dan ternyata gunung berapi itu masih berstatus aktif dan terletak di bawah material yang membeku.

setiap saat, Gunung Miya Jima memuntahkan gas vulkanis dan abu yang mengandung sulfur.

Ya, dan orang-orang masih tinggal di sana sepanjang waktu, dan bahkan udara di daerah sekitar tidak layak untuk di hirup.

Di sana juga memiliki persyaratan utama bagi para warga yang menetap di sana untuk memiliki, membawa dan menggunakan masker gas, Sebab setiap saat atau sewaktu-waktu, sirene di pulau itu seringkali berbunti dan memberikan pertanda terjadinya peningkatan konsentrasi gas sulfur beracun yang fatal.

Terus bagaimana mereka masih tinggal di sana ?

Berikut:

Tepatnya demi uang. Karena Pemerintahan Jepang memberikan kepada penduduk yang tinggal di Miyake Jima gaji Pertahun hanya untuk tinggal di sana.

Maka, jika anda terdampar di Miyake Jima, pastikan anda memiliki perlengkapan darurat. Jika tidak, lebih baik anda menghindar dan menjauh dari pulau tersebut karena membahayakan diri sendiri dan kesehatan.

2. Kingdom of the Little People in China

Meskipun disebut sebagai taman rekreasional, Kingdom of the Little People di Yunnan, China. Pada umumnya di dalam terdapat orang yang berperan sebagai warga, pemerinta, dan institusi sosial-politik-hukum dan penduduk lainnya.

Tapi, penduduk yang mengisi kerajaan tersebut adalah orang-orang dwarfisme, yang khusus bagi mereka saja.

Pendiri kota adalah seorang pengusaha yang bernama Chen Mingjing. di suatu hari, terbesit ide bahwa ia ingin memberikan tempat bagi mereka orang-orang dwarfisme untuk menghindari perundungan yang mereka alami di masyarakat.

Chen Mingjing lalu mendirikan Kingdom of the Little People, dan membantu orang-orang dwarfisme di China dan memperoleh pekerjaan, terutama untuk hiburan dan rekreasi.

Akan tetapi, eksistensi taman itu menuai kritik dari berbagai lembaga dan organisasi HAM bagi orang-orang dwarfisme, seperti di Little People of America dan Handicap Internasional. Kedua organisasi tersebut menyebut tempat tersebut seperti “kebun binatang yang berisikan orang-orang dwarfisme” Karena memperlakukan mereka sebagai Objek Wisata, Tidak sebagai Manusia.

Akan tetapi, sejumlah orang dwarfisme di Kingdom of the Little People tidak merasa demikian. dan mereka merasa bersyukur dengan berada di dalam taman hiburan tersebut, yang membuat mereka memperoleh upah dan penghasilan mandiri, tidak seperti pada masyarakat pada umumnya.

3. Manshiyat Naser in Mesir

Manshiyat Naser adalah Kota dengan jumlah penduduknya tidak ada yang pengangguran, dengan harga rumah yang sangat murah dan penduduk yang kebanyakan menggambarkan diri mereka sebagai orang yang sangat bahagia.

Seluruh penduduknya tidak menganggur dan memiliki pekerjaan, dan berbahagia karena penghasilan dengan mengolah sampah dalam jumlah yang besar.

Penduduk Manshiyat Naser secara harafiah hidup dan mencari nafkah dari sampah. Mereka mengumpulkan sampah-sampah dari penduduk di Kairo, menyortir dan mendaur ulang semua sampah-sampah tersebut untuk mereka sendiri. mulai dari besi tua hingga barang elektronik.

Hasil tersebut dijual dan tentunya uang masuk ke dalam kas masing-masing rumah tangga di Manshiyat Naser. dan sementara, sampah yang masih memiliki nilai fungsi, didaur ulang kembali dan dimanfaatkan menjadi furnitur dan alat-alat rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here