Polisi Membongkar Pesan Misterius Anak Teroris Dita

0
48

Pelaku yang melakukan pengeboman tersebut adalah satu keluarga.

Terhitung ada tiga keluarga yang diketahui terlibat dalam aksi tersebut.

Yakni pada kasus pengeboman di tiga gereja, ledakan bom di Sidoarjo dan yang terakhir bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Surabaya.

Semua pelaku dari kasus tersebut adalah satu keluarga.

Meskipun begitu, anak-anak yang ikut dalam kasus tersebut tidak bisa disebutkan sebagai pelaku.

Mereka yang masih di bawah umur tentunya tidak akan melakukan aksi keji tersebut tanpa doktrin dari orangtua mereka.

Hal tersebut akhirnya hanya menjadi acuan bahwa para anak tersebut adalah korban.

Baru-baru ini, terungkap pesan misterius dari anak teroris Dita Orpriarto yang tewas dalam ledakan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria.

Putra sulung Dita Oepriarto itu ternyata sempat memberikan pesan tersirat mengenai rencana kepergiannya dari dunia ini.

Hal itu diketahui dari unggahan terakhirnya di akun media sosial miliknya.

Dalam akun Instagram anak sulung Dita Oepriarto, terlihat potret sebuah pemandangan yang diambil dari dalam kelasnya.

Foto yang dihasilkannya juga terlihat bagus dengan pencahayaan yang pas.

Tidak hanya mengunggah potret itu, anak sulung Dita Oepriarto itu juga menuliskan caption singkat yang kemudian disinyalir sebagai pesan sebelum dirinya melakukan aksi pengeboman bersama keluarganya.

So much…

won’t leave it.

(Sangat tidak ingin meninggalkannya)

Unggahan terakhir anak sulung Dita Oepriarto teroris Surabaya di Instagram.

Unggahan tersebut menjadi misterius karena captionnya seolah-olah menandakan perpisahan.

Karenanya, Aiman pun mengonfirmasikan hal tersebut kepada kepala bagian Psikolog Polda Jawa Timur, AKBP Said Rivai.

Dalam tanyangan tersebut, Said Rivai menuturkan memang benar ada pesan yang ingin ia sampaikan sebelum kejadian na’as itu terjadi.

Said Rivai juga menjelaskan kondisi yang dialami anak sulung Dita Oepriarto pada saat mengunggah potret itu sedang dalam kondisi yang tertekan.

Hal tersebut memicu dirinya untuk meluapkan rasa tersebut melalui media lain.

“Ia (anak sulung Dita Oepriarto) ini mengalami tekanan, karena dia harus merahasiakan hal itu (rencana pengeboman), biasanya kalau orang diminta menjaga rahasia, tekanan yang dirasakan semakin besar,” ungkap Said Rivai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here