Polisi Menegaskan Status Yang Sebenarnya, 4 Fakta Korban Begal Membacok Pelaku Hingga Tewas

0
25

Kemarin pemberitaan dihebohkan dengan kasus Mohamad Irfan Bahri (MIB), korban begal yang membacok pelakunya hingga tewas dan dikabarkan menjadi tersangka.

Pelaku begal yang berinisial AS (18) tersebut tewas terbacok celuritnya sendiri setelah Mohamad Irfan Bahri (MIB) korbannya berani melawan. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu lalu (23-05-2018).

Berikut fakta-fakta yang terkait dengan kasus begal yang tewas di tangan korbannya sendiri :

  • Kronologi kejadian

Pada saat Mohamad Irfan Bahri (MIB) dijumpai di kediaman pamannya di Jalan KH Agus Salim, RT 04 RW 07, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, ia mengungkapkan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Diketahui, saat itu pria yang berasal dari Pemekasan sedang berlibur di Kota Bekasi.

Ia menginap di rumah Pamannya yang bernama Ahmad Fauzi sejak lima hari sebelum bulan puasa dimulai.

Irfan berencana ingin menginap dirumah pamannya sampai bulan puasa berjalan sampai satu minggu lalu akan kembali ke Madura.

Saat kejadian, Mohamad Irfan Bahri (MIB) ingin melihat kecantikan Kota Bekasi dari atas Jembatan Summarecon Bekasi ditemani sepupunya, Achmad Rofiqi.

Keduanya malah menjadi korban begal dua orang pemuda, Aric Saifulloh alias AS dan Indra Yulianto (IY).

Berbekal ilmu bela diri yang penah ia pelajari di Pesantren Darul Ulum Bandungan Pamekasan Madura, Mohamad Irfan Bahri (MIB) berani melawan dua begal itu.

Mohamad Irfan Bahri (MIB) pun mampu melindungi dirinya dari ancaman dua pelaku begal yang mencoba merampas handphonenya pada Rabu (23-05-2018) sekitar pukul 00:30 WIB.

Kemudian Mohamad Irfan Bahri (MIB) berusaha melindungi dirinya setelah pelaku sempat membacoknya hingga melukai punggung paha, hingga lengannya.

Saat membela diri, Mohamad Irfan Bahri (MIB) menangkis bacokan pelaku dan ia langsung menendangnya hingga terjatuh.

Karena kejadian itu, Mohamad Irfan Bahri (MIB) menerima luka sabetan celurit sebanyak enam luka dan puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari, dan pipi.

Sementara dua pelaku, Aric Saifulloh meninggal dunia akibat luka sabetan celurit dan Indra Yulianto mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Anna Medika sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Kramat Jati.

  • Mengaku untuk melindungi diri

Dalam peristiwa yang hingga menewaskan pelaku pembegalan tersebut, Mohamad Irfan Bahri (MIB) mengaku hanya berusaha untuk melindungi diri sendiri dan tidak ada niat untuk membunuh.

Saat kejadian dua pelaku langsung mendekati sepupu Mohamad Irfan Bahri (MIB), Rofiqi dan kemudian mengeluarkan celurit dari balik jaket.

Tidak lama kemudian AS dan IY langsung meminta telepon genggam milik Rofiqi.

Merasa temannya diancam dan memberikan telepon genggamnya, pelaku kemudian beralih ke Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan meminta telepon genggamnya.

Pada saat itulah perkelahian terjadi dan Mohamad Irfan Bahri (MIB) melawannya.

Dua pelaku merasa tersudut dan berusaha melarikan diri dengan membawa telepon genggam milik Rofiqi.

Saat hendak kabur itulah, Mohamad Irfan Bahri (MIB) menyerang pelaku dengan menggunakan celurit dan meminta telepon genggam Rofiqi dikembalikan.

Dalam keadaan terluka, kedua pelaku kabur, sementara Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan Rofiqi langsung pergi meninggalkan lokasi sambil membawa celurit dan topi milik seorang pelaku.

“Saya cuma mikirin kalau saya tidak melawan saya bakalan mati, saya juga khawatir waktu sepupu saya diancam menggunakan celurit apa saya sama sepupu saya bakal selamat,” ungkap Mohamad Irfan Bahri (MIB).

  • Mohamad Irfan Bahri (MIB) adalah seorang santri bela diri

Diketahui ternyata Mohamad Irfan Bahri (MIB) adalah santri dari Pondok Pesantren Darul Ulum Bandungan, Kabupaten Pamekasa, Madura.

Aksinya yang berhasil melumpuhkan pelaku begal ia akui karena kerap mengikuti kegiatan bela diri silat di Pondok Pesantrennya.

Saat kejadian, Mohamad Irfan Bahri (MIB) berhasil menangkis hujaman celurit pelaku dan menendang pelaku hingga terjatuh.

Ia juga menceritakan, saat kedua pelaku tersungkur ketika diserang balik, keduanya sempat memohon-mohon minta ampun.

  • Status Mohamad Irfan Bahri (MIB) sebenarnya

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengklarifikasi status Mohamad Irfan Bahri (MIB).

Pada awalnya, Mohamad Irfan Bahri (MIB) ditetapkan sebagai tersangka lantaran membela diri saat dibegal yang mengakibatkan kematian pelaku aksi pembegalan pada Senin (28-05-2018).

Pihaknya menjelaskan bahwa ada dua kasus yang ditangani terkait dengan kasus kejahatan dengan kekerasan ini.

Pertama, kasus perampokan atau begal yang dilakukan AS dan IY, kini polisi sudah menetapkan Indra Yulianto (IY) sebagai tersangka.

Kedua, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Mohamad Irfan Bahri (MIB) hingga mengakibatkan kematian pada pelaku.

Metro Bekasi Kota masih menunggu hasil keterangan ahli pidana sehingga status Mohamad Irfan Bahri (MIB) hingga kini masih saksi.

“Jadi untuk kasus perampokan dengan kekerasan, kami telah tetapkan tersangka IY. Jika untuk kasus lain atau tindakan yang dilakukan Mohamad Irfan Bahri (MIB) itu masih menunggu hasil keterangan ahli pidana, jadi Mohamad Irfan Bahri (MIB) masih sebagai saksi,” Ungkapnya.

Penetapan Mohamad Irfan Bahri (MIB) sebagai tersangka pada awalnya disampaikan oleh kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih.

Mohamad Irfan Bahri (MIB) ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

Saat itu status Mohamad Irfan Bahri (MIB) ditetapkan sebagai tersangka namun tetap akan meminta pendapat pada ahli pidana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here