Tim SAR Menduga Korban Yang Belum Ditemukan Terjebak Di Dalam Badan KM Sinar Bangun

0
23
Prajurit Taifib bersiap-siap dari dermaga Pelabuhan Tigaras untuk menyisir perairan Danau Toba, untuk mencari korban hilang penumpang KM Sinar Bangun, rabu pagi (20-06-2018).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi mengatakan pihaknya fokus untuk mencari keberadaan badan kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Syaugi menduga korban yang hilang masih terjebak di dalam badan kapal.

“Kemungkinan orang-orang masih banyak yang di dalam kapal, mekanya kita harus mencari kapal itu. Karena sampai 4 hari kita mencari di permukaan hanya menemukan tiga orang saja (korban meninggal),” ungkap Syaugi di Posko Terpadu Kecelakaan KM Sinar Bangun, Simalungun, Sumatera Utara, kamis (21-06-2018).

Hingga kamis ini, berdasarkan data dari Kantor SAR Medan, angka korban selamat, meninggal dunia dan hilang belum bertambah. Adapun riciannya terdiri dari 19 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 184 orang masih dalam pencarian.

“Kami belum mendapatkan korban lain lagi sampai hari ini, sampai sekarang kita juga masih menunggu manifes yang betul itu berapa, karena masih simpang siur,” ungkap Syaugi.

“Namun Tim Basarnas dengan Tim lainnya akan tetap serius dan semangat untuk mencari korban-korban,” ungkapnya.

“Di dalam sudah diselami hingga 50 meter dan masih belum ditemukan apa-apa karena cukup gelap di dalam. Airnya keruh dan dingin sekali,” ungkap Syaugi dalam konferensi pers di Posko Nasional Angkutan Lebaran 2018 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, rabu (20-06-2018).

Syaugi mengungkapkan, tim penyelam juga sudah menggunakan senter untuk mencari korban di dalam air. Akan tetapi, senter tersebut hanya bisa menjangkau jarak pandang 5 meter.

Syaugi menegaskan, proses pencarian akan dilakukan selama 7 hari. Jika seluruh korban belum ditemukan, pencarian akan ditambah 3 hari lagi.

“Setelah 10 hari kalau masih belum ditemukan dan ada kemungkinan bisa ditemukan kita akan lanjut,” ungkap Syaugi.

KM Sinar Bangun tenggelam pada senin (18-06-2018) pukul 17:15 WIB. Kapal motor tersebut tenggelam setelah meninggalkan dermaga sejauh 500 meter.

Pada saat peristiwa tersebut terjadi, cuaca dalam kondisi hujan deras disertai angin kencang dan petir. ketinggian gelombang diperkirakan hingga mencapai 2 meter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here