Anak Krakatau, Gunung Berstatus Waspada

0
14
Gunung Anak Krakatau meletus pada rabu (11-07-2018).

Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung untuk sekian kalinya meletus.

PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau meletus sebanyak 56 kali dengan tinggi kolam abu bervariasi 200 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah pada rabu (11-07-2018).

Selama 24 jam dari pukul 00:00 – 24:00 WIB pada 11-07-2018, Gunung Anak Krakatau meletus 56 kali kejadian dengan amplitudo 25-53 mm, dan durasi letusan 20-100 detik.

“Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir dan suara dentuman. Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar. Hembusan 141 kejadian dengan durasi 20-172 detik, “terang Sutopo Purwo Nugroho kepala pusat data informasi dan humas BNPB.

Dijelaskan, banyaknya letusan ini sesungguhnya sudah berlangsung sejak tanggal 18 Juni 2018, dimana Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Bahkan status waspada ditetapkan sejak 26-01-2012 hingga sekaran. Status waspada artinya aktivitas vulkanik di atas normal sehingga terjadinya leutsan dapat terjadi kepan saja. Tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1km.

Energi erupsi yang dikeluarkan juga tidak besar. Sangat kecil sekali peluang terjadi letusan besar seperti letusan Gunung Krakatau pada 1883. Bahkan beberapa ahli mengatakan tidak mungkin untuk saat ini. Jadi tidak perlu dikhawatirkan.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. BPBD Provinsi Banten, BPBD Provinsi Lampung, PVMBG dan BKSDA telah melakukan langkah antisipasi.

Yang penting masyarakat mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1km dari puncak kawah. Di luar itu aman. Justru dapat menikmati fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau dari tempat aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here