Pernyataan Demokrat Kemungkinan Kecil Bergabung Dengan Koalisi Prabowo Subianto

0
12
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono Beserta Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa (24-07-2018), di rumah Susilo Bambang Yudhoyono, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai kecil kemungkinan Partai Demokrat dan Ketua Umum Gerindra akan berkoalisi di Pilpres 2019.

“Dengan penyebutan jenderal kardus itu, kecil kemungkinan mereka akan berkoalisi.”

“Nanti jika Gerindra atau Demokrat sampai tidak memiliki partner koalisi, mau tidak mau mereka akan berkoalisi lagi,” ungkapnya.

Tetapi, kalau untuk saat ini kecil kemungkinan partai dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto akan satu perahu.

“Karena pernyataan keras dari Andi Arief semalam itu bukan menurut saya spontan, tetapi memang sudah dipersiapkan. Kalau Prabowo Subianto bukan memilih Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maka tidak akan bersama,” tegasnya.

Hendri menilai sejak awal Partai Demokrat hanya logowo, jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Cawapres dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Karena itu, imbuhnya, saat Gerindra memunculkan wacana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sebagai Cawaores dari Prabowo Subianto, reaksi keras dari politikus Demokrat, Andi Arief pun meluap.

“Saya memprediksi siapapun yang disebut Prabowo Subianto atau diwacanakan oleh Prabowo Subianto sebagai wakilnya, pasti istilah Jenderal Kardus itu keluar,” jelasnya.

Diberitakan, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief bahkan dengan keras menyatakan kekecewaannya terhadap kubu Prabowo Subianto.

Andi Arief menyebut Prabowo Subianto Jenderal Kardus karena lebih mementingkan uang daripada partai.

“Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketua Umum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum 24 jam mentalnya sudah jatuh ditubruk uang Sandiaga Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS,” dikutip dari akun Twitter Andi Arief, Rabu malam (08-08-2018).

Saat dikonfirmasi Andi Arief membenarkan tulisannya tersebut. Ia mengaku kecewa terhadap Prabowo Subianto karena lebih mementingkan uang daripada perjuangan.

“Bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo Subianto mementingkan uang daripada jalan perjuangan yang benar. Sandiaga Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing 500 M menjadi pilihannya untuk Cawapres. benar-benar jenderal di luar dugaan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here